Home

Sebagai anak kedua dari tiga bersaudara, saya memang  berbeda. Sejak kecil selalu mendapat perlakuan istimewa.

Nah, kenapa bisa begitu?. Begini, kalau kakak dan adik saya kulitnya putih seperti ibu, saya memilih kulit eksotis mirip bapak.

Terus, semua saudara saya suka bicara. tapi saya memilih jadi anak pendiam. Ya, diam-diam suka bicara.

Ada lagi, kalau adik dan kakak  lahirnya cukup dengan cara normal di rumah sakit biasa di kabupaten. Saya lahirnya di ibukota provinsi, rumah sakit besar, yang ditempuh naik pesawat. Nah, sampai di rumah sakit, ibu harus dioperasi caesar pula.

Tak hanya itu,saat adik dan kakak  sakitnya pilek dan batuk yang sembuh dengan obat beli di warung . Saya kembali berbeda dan tidak mau mainstream (arus utama atau umum) dengan sakit begituan. Sudah banyak penyakit saya tempuh. Mulai penyakit karena nyamuk seperti Malaria, Chikungunya dan Demam Berdarah.

Tak sampai di situ, saya juga sudah mencoba bagaimana rasanya kena sakit Campak, Cacar sampai yang terakhir saya harus berteman dengan pisau bedah karena kena Usus Buntu di hari kedua bulan puasa Ramadhan.

Sebagai manusia sudah banyak asam garam kehidupan pasien saya alami…hehehe…Semoga ga ada lagi yang lain yah. Amin.

Makanya sekarang saya menjaga pola hidup yang benar, dari menjaga kebersihan kondisi tempat tinggal, makanan dan minuman, serta berolahraga dan menjaga pola pikir yang disertai beribadah kepada Allah SWT.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s