Home

image

Sore itu saya mendapat titipan dibungkus kresek hitam dari teman saya. Katanya, ini untuk saya dari Ama (Ibu) nya.

Tentu dengan senang hati saya terima. Setelah dibuka, ternyata isinya adalah sebungkus nasi putih dengan lauk ikan lele goreng sambal merah serta sepotong besar semangka.

Alangkah senangnya saya. Ternyata ini bungkusan berisi makanan untuk makan malam saya.

Ternyata, meski saya tak lagi berkunjung ke rumahnya, Ama masih ingat dengan saya.

Sebenarnya bukan hal sulit untuk berkunjung ke rumah Ama, tempat tinggal saya hanya sekelebatan mata dari rumahnya.

Namun saya sedang berusaha hidup tanpa banyak menyusahkan orang lain. Ya, saya ingin belajar hidup lebih mandiri. Ama pasti sudah mengerti tentang sikap saya ini.

Pasalnya, kalau sudah ke sana, saya jadi sering minta ini dan itu. Mulai makan, minum, cuci pakaian dan bisa-bisa saya minta pindah ke sana.

Ya apalagi kalau bukan karena kebaikan mereka. Sebagai perantau, di sana saya merasa seperti di rumah, karena suasananya sudah seperti saudara.

Bukan lagi sekadar hubungan tetangga yang bertegur sapa.

Memang benar kata pepatah, kalau persaudaraan itu bukan hanya sebatas hubungan darah, tetapi soal kebersamaan rasa.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s